Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk September, 2008

Suatu malam

Malam itu 1 Januari….
Mengapa hujan mesti turun
saat itu kesempatanku untuk bermanja denganmu
kesempatanmu untuk bermesra dengan ku
tapi kita hanya duduk sendiri-sendiri dibelakang tenda,
berdua, tapi aku merasa sendiri
dan kita tak punya keberanian untuk melebur jadi satu
 
pernah kau bertanya padaku
mengapa aku memilihmu
 
seharusnya kubisikkan ditelingamu
bahwa aku jatuh cinta padamu
tapi tetap saja aku tak punya keberanian
 
suatu hari di ulang tahunmu
kau [...]

Untuk mentranslate bahasa

In memoriam: Papaku (2)

Walau jengkel dengan Papa, aku tetap bertahan tinggal dikampung sampai masa cutiku habis. Cowok yang kupuja itu kusuruh tinggal dirumah familynya (yang ternyata masih ada) di Padang. Aku tau dia kurang suka tinggal disana. Tapi bagaimana lagi, daripada terjadi perang dirumahku terpaksa dia kuungsikan.
Bertahun aku menyimpan marah pada Papa. Kami mengungkapkan kemarahan masing-masing lewat surat, karena [...]

Untuk mentranslate bahasa

In memoriam: Papaku (1)

Semalam aku bermimpi melihat Papa sedang tersenyum menggendong anakku. Beliau mengenakkan kemeja biru dan berpeci hitam menutupi kepalanya. Wajahnya terlihat bersih dan berseri-seri…
Di alam nyata sesungguhnya Papa tak pernah menggendong bayiku. Bahkan beliau tidak tau siapa pria yang menikahi anaknya ini. Tuhan telah terlebih dahulu memanggilnya jauh sebelum aku menikah.
Papa bertahun-tahun menanggungkan derita atas penyakitnya. Segala macam [...]

Untuk mentranslate bahasa