Malam itu 1 Januari….
Mengapa hujan mesti turun
saat itu kesempatanku untuk bermanja denganmu
kesempatanmu untuk bermesra dengan ku
tapi kita hanya duduk sendiri-sendiri dibelakang tenda,
berdua, tapi aku merasa sendiri
dan kita tak punya keberanian untuk melebur jadi satu
pernah kau bertanya padaku
mengapa aku memilihmu
seharusnya kubisikkan ditelingamu
bahwa aku jatuh cinta padamu
tapi tetap saja aku tak punya keberanian
suatu hari di ulang tahunmu
kau [...]
Arsip untuk September, 2008
In memoriam: Papaku (2)
Diposkan dalam Tentang cinta, Label cinta, memoriam, papa pada 22 September 2008 | Leave a Comment »
Walau jengkel dengan Papa, aku tetap bertahan tinggal dikampung sampai masa cutiku habis. Cowok yang kupuja itu kusuruh tinggal dirumah familynya (yang ternyata masih ada) di Padang. Aku tau dia kurang suka tinggal disana. Tapi bagaimana lagi, daripada terjadi perang dirumahku terpaksa dia kuungsikan.
Bertahun aku menyimpan marah pada Papa. Kami mengungkapkan kemarahan masing-masing lewat surat, karena [...]
In memoriam: Papaku (1)
Diposkan dalam Tentang cinta, Label cinta, memoriam, papa pada 22 September 2008 | Leave a Comment »
Semalam aku bermimpi melihat Papa sedang tersenyum menggendong anakku. Beliau mengenakkan kemeja biru dan berpeci hitam menutupi kepalanya. Wajahnya terlihat bersih dan berseri-seri…
Di alam nyata sesungguhnya Papa tak pernah menggendong bayiku. Bahkan beliau tidak tau siapa pria yang menikahi anaknya ini. Tuhan telah terlebih dahulu memanggilnya jauh sebelum aku menikah.
Papa bertahun-tahun menanggungkan derita atas penyakitnya. Segala macam [...]