Seberapa besar kecintaan anda pada binatang peliharaan? Jawabannya pasti bebeda-beda untuk setiap orang. Ada yang biasa-biasa aja, ada juga yang cinta mati sama binatang peliharaannya. Hingga, jika si binatang mati, yang empunya jadi linglung seperti kehilangan separuh nyawa juga…halah.!
Mamaku seorang penyayang binatang. Kecuali binatang berbisa, tentunya. Dirumah beliau memelihara kucing, ayam dan anjing.
Kucing untuk nakutin tikus kalaupun tidak bisa menangkap. Itu kata mamaku. Juga untuk menemani anda tidur kalau sedang nggak ada pasangan teman tidur. Itu pendapat pribadiku.
Nah, kalau ayam itu banyak gunanya. Telor dan dagingnya bisa diolah jadi santapan lezat. Idul fitri aja bakalan sepi tanpa telor dan daging ayam. So pasti, karena nggak akan ada tamu yang betah dirumah anda jika anda tidak menyediakan opor ayam untuk teman ketupat. Dan apa sih rasanya kue tanpa telur ayam?
Itu saja manfaat ayam? No, no, no….! Bulu-bulunya bisa dibuat untuk pembersih debu. Kotorannya juga bisa dijual untuk pupuk tanaman. Anda mau menanam bunga? Kasih kotoran ayam, pasti bunganya jadi subur dan cantik. Atau menanam sayur dibelakang rumah? Kasih kotoran ayam, pasti sayurnya jadi lebih ranum dan segar…..hmmm nyammy!
Trus, how about ANJING?
Orang bilang anjing adalah sahabat baik manusia. Anjing adalah binatang yang pintar. Bahkan polisi punya pasukan anjing pelacak karena binatang ini bisa dilatih untuk melakukan berbagai hal. Malahan lagi ada film tentang anjing yang pintar main basket..hehehe… (Tentu saja nggak seratus persen si anjing sepintar itu main basketnya, ya?)
Waktu kecil aku pernah mendapati mama sedang menangis sesunggukan sambil mencuci piring didapur. Aku dan adikku berdiri bingung dipintu dapur memandanginya. Papa kemudian membujuk mama untuk menghentikan tangisnya. Beberapa hari kemudian baru aku tau dari cerita kakakku kalau mama menangisi anak anjingnya yang sedang lucu-lucunya mati ditabrak bus dijalan raya depan rumah kami. Wah….segitunya mama.
Yang ter up-date dan paling parah adalah sepupu mamaku yang biasa aku panggil paman. Pamanku ini sayang sekali sama anjingnya. Kemanapun dia pergi sudah pasti si anjing setia menemani. Istrinya sendiri malah jarang diajak jalan-jalan. Ueddan!
Beberapa bulan yang lalu beliau jatuh sakit. Ada sesuatu yang tumbuh didaerah lehernya. Kata dokter sih, tumor. Si paman pun sekarat, karena tak punya biaya untuk berobat.
Disaat terbaring sakit, yang dia ingat bukan Tuhan yang sebentar lagi akan memanggilnya. Setiap saat yang diingat malah anjingnya saja.
“Mana anjingku…mana anajingku… “
Kalau sudah begitu, anak lelakinya akan keluar rumah, menarik si anjing mendekati jendela kamar bapaknya. Anjing inipun mengerti. Kalau sudah sampai didekat jendela, dia akan menyalak tanpa disuruh. Dan pamanku akan tidur dengan tenang setelah mendengar suara salakan si anjing.
Malangnya, hingga nafas terakhirnya tetap anjing itulah yang jadi prioritas dalam benaknya. Dia melepas nyawanya sambil memanggil-manggil anjingnya….
Kasihan pamanku…. Entah apa yang akan dijumpainya dialam sana… (Pastinya bukan anjing lah…!)