Kemaren saya pulang kantor jam 11 malam.
Sampai dirumah, anakku yang masih batita sudah tidur lelap, dia bahkan nggak sadar saat wajah imut miliknya dihujani ciuman.
Diam-diam aku berbaring disampingnya, memandangi wajahnya dengan hati sedih, membayangkan bagaimana seandainya kami hidup sebagai rakyat Palestina yang tak kunjung merdeka dan anak-anak kehilangan wajah lucunya,
kehilangan hari-hari yang indah,
kehilangan malam-malam yang dihiasi tidur nyenyak (seperti anakku ini),
kehilangan orang tua disaat masih balita, ….
kehilangan keceriaan,
kehilangan rumah dan kasur empuk untuk alas tidurnya,
kehilangan ciuman hangat dari orang-orang yang dicintai dan mencintainya,
kehilangan organ tubuhnya,
kehilangan masa depannya,
bahkan kehilangan nyawa….
Dan diantara mereka yang masih bernyawa mungkin ada yang melihat orang tua mereka dibantai didepan mata mereka…
mereka hidup dalam ketakutan sepanjang hari…
Tengah malam buta, aku menangis
Tangisan sedih untuk anak-anak Palestina yang meregang nyawa disaat masih sangat muda… Serasa seperti kehilangan anakku sendiri…
(Kenapa harus mereka yang dibunuh…??????!!!)
Dalam doaku untuk rakyat dan anak-anak Palestina yang tewas dalam perang yang kejam… :
Semoga dialam sana mereka hidup lebih bahagia…
dan
Ya Allah, karuniakan kemerdekaan untuk rakyat Palestina….
semoga tidak ada lagi perang disana…..
semoga tidak ada lagi perang dimanapun….
dan anak-anak bisa menikmati indahnya dunia mereka….
Aminn….