Pagi Minggu kemarin, saat lari pagi bersama keluarga, aku melewati sebuah area perumahan. Setelah memasuki gerbang, kami di sambut oleh pagar betis spanduk para caleg yang bakal bertarung April nanti (saking rapatnya spanduk bisa buat pagar betis juga loh…).
Suasana masih temaram, matahari belum muncul seutuhnya, lampu jalan pun belum dipadamkan. Di ujung jalan aku melihat seorang ibu setengah baya sedang berusaha menarik salah satu spanduk yang berjejer dipinggir jalan tersebut. Ibu yang lain berdiri dibelakang sambil memegangi mukena… (habis shalat subuh langsung lari pagi kali nih, si Ibu )
Aku mendekat dan berhenti didekat si Ibu yang sedang berusaha keras menarik spanduk.
“Pagi, Ibu…”
“Pagi…” si Ibu tersipu-sipu.
“Untuk apa tuh Bu?” aku menunjuk spanduk setengah robek yang sekarang sudah berpindah ke tangan si Ibu. Saking buru-buru narik, spanduk itu sampai robek.
“Ini,…. Ngg…. Ambil ini, nak… Sayang nanti kan dibuang juga. Saya mau bikin sarung bantal pakai ini, ntar mau saya bawa balik ke Jawa…,” si Ibu menjelaskan sambil malu-malu…
Teman si Ibu yang memegang mukena nyengir.
“Tapi kalau ketahuan yang punya kan nggak enak ya, nak ya…?” ucap si Ibu yang memegang mukena. Nampak jelas kalau beliau tak setuju dengan tindakan temannya yang sedikit “memalukan”.
“Masak habis shalat subuh, masih bawa mukena gini diajak nyuri spanduk…,” keluhnya.
“Eh… ini bukan nyuri, daripada dibuang, bagus dimanfaatin…” Ibu yang pertama nggak mau kalah.
“Iya, sih… Tapi lebih bagus minta daripada ngambil kayak gini. Nggak enak… Masak hampir tiap pagi Ibu ngambil spanduk orang.”
“ Ha…? Udah sering ya, Bu ngambil spanduk ini?” aku nggak bisa nahan geli.
“Sering, Nak. Malu saya…” si Ibu yang megang mukena cemberut melirik temannya. Yang dilirik cengar-cengir.
“Udah banyak dong, Bu koleksi spanduknya…” candaku.
“Ah… nggak juga…”
Kami tertawa.
“Ya, udah Bu, saya duluan ya….”
Aku pun pamit melanjutkan lari pagi yang tertunda karena spanduk.
Ada bagusnya juga ya, banyak spanduk caleg bertebaran kayak gini, banyak orang dapat manfaatnya. Selain menguntungkan tukang sablon juga bisa dijahit untuk sarung bantal, atau bed cover kali ya…. Eh, bisa untuk gorden juga loh, kalau anda berminat… hihihi….
Soal nyontreng mah, urusan nanti dibilik suara. Nggak ada yang tau juga kita nyontreng sapa, yang penting ambil spanduknya aja dolo….. Ya nggak seh….?
J
wah jadi punya ide nih. jualin bedcover di tokoeasy ku yang berdesain wajah caleg hahaha…
“hehehe… ide bagus tuh Lies, begitu tuh kalo punya naluri bisnis kayak Lies. Apa aja bisa jadi ide…. * ngiri setengah mati sama Lies*
”